MERINDUKAN GURU LITERAT

Oleh Ady Dwi Achmad Prasetya*

 

Bojonegoro tengah bergerak cepat di sektor ekonomi melalui sumber minyak dan gas yang terus beroperasi. Akan tetapi, perlu diimbangi dengan sektor-sektor lainnya. Sektor pendidikan merupakan salah satu sektor yang harus turut bergerak. Budaya dasar dalam dunia pendidikan kita, yakni budaya baca-tulis. Budaya tersebut berkorelasi dengan kemajuan sebuah bangsa, terutama penguasaan ilmu pengetahuan. Berbagai catatan perkembangan peradapan manusia terdomentasikan dalam buku. Peran para pegiat, guru, pemerhati, komunitas, taman bacaan, perpustakaan, dan orang tua akhirnya menjadi penting.

Apakah literasi memiliki peran penting dalam kehidupan??? Nah, peran literasi memang tidak begitu nampak di kehidupan secara langsung. Literasi seperti berada di sebuah gang sempit yang sepi di sebuah lalu lintas yang padat dan sibuk aktivitas. Hal ini disebabkan karena literasi adalah hal yang tak praktis. Literasi merupakan wilayah ide yang mendasari setiap gerakan budaya apapun. Setiap kreativitas dan produk budaya selalu membutuhkan pertimbangan pemikiran yang kaya dan bisa dipertanggung jawabkan. Maka, justru disinilah peran literasi menjadi penting.

Menurut kajian terhadap hasil tes kemampuan anak Indonesia di bidang membaca dan menulis PISA (Programme for International Student Assesment). Menurut penelitian tersebut kemampuan baca-tulis anak Indonesia hanya berada di peringkat ke-64 dari 65 negara yang berpartisipasi dalam tes tersebut. Sedangkan dari data statistik UNESCO menyebutkan minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, setiap 1.000 penduduk, hanya satu orang saja yang memiliki minat baca. Melihat data tersebut perlu ada upaya yang berkelanjutan untuk meningkat kemampuan baca-tulis di Indonesia pada umumnya dan Bojonegoro pada khususnya.

Budaya ’mencintai’ buku tidak dapat dibentuk dalam kurun waktu yang singkat. Pembentukannya membutuhkan proses yang berkelanjutan dan konsisten. Perlu keseriusan serta kerjasama dari berbagai pihak secara sistematis. Gerakan literasi di Bojonegoro tidak bisa dikatakan tidak ada. Banyak lembaga-lembaga seperti taman bacaan masyarakat, perpustakaan dan komunitas baca-tulis yang bersebaran di berbagai daerah di Bojonegoro. Namun jumlah tersebut dinilai kurang untuk mengangkat budaya literasi di kota ledre ini. Kondisi tersebut harus dibarengi dengan dimulainya membangun kebiasaan membaca di kalangan guru. Bagaimanapun guru adalah salah satu sumber belajar di sekolah, tak mungkin guru yang tidak membiasakan diri untuk membaca mampu mendorong proses pembelajaran dengan maksimal.

Membangun budaya literat di kalangan guru sangat penting. Konteks membaca tidak hanya erat kaitannya dengan melek huruf, tapi juga melek teknologi. Guru yang memindahkan dunia luar ke dalam dunia kelas. Begitu juga yang menyiapkan siswa dari dunia kelas menuju dunia luar. Proses pembelajaran ini lebih mampu merangsang imajinasi siswa, dari pada hanya menjabarkan gambar yang tercetak di buku pokok pembelajaran. Sehingga guru harus meng-update segala informasi yang mendukung proses pembelajaran di kelas. Meningkatkan budaya masyarakat yang literat memang harus dimulai dari peran guru. Kemunculan budaya literasi di kalangan guru akan menjadi angin segar di tengah-tengah mirisnya kondisi kemampuan baca-tulis di Bojonegoro ini.

Literasi bagi guru juga berkaitan dengan kemampuannya menguasai bahasa asing. Terutama bahasa yang tengah menjadi bahasa pergaulan internasional. Penguasaan bahasa asing sangat penting, karena banyak sumber belajar dan informasi aktual yang masih tersusun dengan bahasa aslinya. Apalagi kota Bojonegoro dengan adanya sumber minyak menjadi tempat barlabu orang-orang asing. Kondisi ini menuntut guru untuk meningkatkan mempuan bahasa asingnya. Kemampuan ini memudahkan guru dalam membangun relasi seluas mungkin. Selain itu guru juga dapat menguasai komunikasi dan informasi yang menyeluruh.

Budaya literat bagi guru adalah sebuah prasyarat untuk mengubah masyarakat literat. Peran guru sangat menentukan, dimana masa pertumbuhan anak di dunia pendidikan sangat erat kaitannya dengan kontribusi seorang guru. Pengembangan budaya literasi yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan dalam dunia pendidikan, dimana guru sebagai ujung tombak diharapkan mampu menjadi solusi atas segala kekurangan dalam peningkatan masyarakat Bojonegoro yang literat. Kini saatnya, para guru memulai membangun budaya literasi di lingkungan masing-masing. Sehingga bumi Angling Dharma ini terbebas dari bahaya wabah illiterate.

 

*Ady Dwi Achmad Prasetya adalah alumni Program Pascasarjana Universiatas Muhammadiyah Surabaya dan Dosen STKIP Al Hikmah Surabaya.

Foto (2)

Iklan

Assalamualaikum,

STKIP Al Hikmah merupakan Sekolah Tinggi yang berfokus pada pencetakan guru-guru berkualitas untuk mengabdi memajukan pendidikan bangsa Indonesia. Demi terwujudnya cita-cita besar kami, seluruh mahasiswa STKIP Al Hikmah telah diberikan beasiswa penuh dalam menempuh program studinya selama empat tahun. Serta didukung oleh fasilitas yang mana para mahasiswa diharapkan dapat cepat beradaptasi dengan perubahan global yang cepat.

STKIP Al Hikmah memberikan beasiswa kepada mahasiswa. Fasilitas beasiswa meliputi:

  1. Biaya Pendidikan;
  2. Biaya Asrama;
  3. Fasilitasi Perkuliahan

Kami telah membuka kesempatan kepada seluruh pemuda Indonesia untuk bergabung bersama kami untuk turut serta memajukan pendidikan bangsa Indonesia melalui program beasiswa penuh untuk menjadi agen pendongkrak pendidikan insan masa depan Indonesia. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi sebagai berikut:

PERSYARATAN UMUM

  1. Siswa putra lulusan SMA / SMK / MA / sederajat tahun 2016, 2017, dan 2018.
  2. Lulus Ujian Nasional.
  3. Tidak terikat program beasiswa lainya.
  4. Berminat menjadi guru.
  5. Melengkapi berkas administrasi.

PERSYARATAN ADMINISTRASI

  1. Formulir Pendaftaran (download)
  2. Fotocopy ijazah bagi lulusan 2016 & 2017
  3. Fotocopy nilai rapor semester 1 – 5 bagi yang belum memiliki ijazah
  4. Fotocopy kartu keluarga
  5. Pasfoto 3×4 berwarna sebanyak 2 lembar
  6. Surat Rekomendasi dari Sekolah (download)
  7. Surat Bebas Narkoba dari Sekolah (download)

CARA PENDAFTARAN

Cara 1:

Daftar online dengan mengisi formulir di https://goo.gl/forms/i88n35NajgEoIE7D3

Cara 2:

  1. Unduhlah Formulir Pendaftaran
  2. Lengkapilah berkas-berkas pendaftaran
  3. Kirimkan melalui email: pmb@hikmahuniversity.ac.id atau kirim dokumen persyaratan via pos ke alamat kampus STKIP Al Hikmah.

JADWAL SELEKSI

  1. Pendaftaran 1 Januari – 30 April 2018.
  2. Tes Tahap I: Akademik dan Psikolog. (waktu diumumkan lebih lanjut)
  3. Tes tahap II: Wawancara. (waktu diumumkan lebih lanjut)
  4. Tes tahap III: General Check Up. (waktu diumumkan lebih lanjut)

Pelaksanaan tes PMB STKIP Al Hikmah tahun 2018 akan dilaksanakan di 5 Regional.

  1. Regional 1 (Surabaya, Jawa Timur):
    • Lokasi di kampus STKIP Al Hikmah Surabaya
  2. Regional 2 (Bandung, Jawa Barat)
  3. Regional 3 (Prabumulih, Sumatera Selatan)
  4. Regional 4 (Makasar, Sulawesi Selatan)
  5. Regional 5 (Surakarta, Jawa Tegah)

Calon mahasiswa dapat memilih lokasi regional tes sesuai dengan kemampuan menjangkaunya.

Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung datang ke:

STKIP AL HIKMAH

Gedung Barat lt. 3-4 Kampus Al Hikmah, Komplek SMP – SMA Al Hikmah

Jl. Kebonsari Elveka V Surabaya – 60233

Jawa Timur – Indonesia

Telp. / Fax : (031) 8295825 / (031) 8295817

HP : 082242717676

085608014819

Email : pmb@hikmahuniversity.ac.id

brosur

Pengantar Pendidikan

pendidikan copy.png

  1. Pengertian pendidikan – M. Hanif Hananto
  2. Pendidikan sebagai ilmu – Imam Muslim Rifa’i
  3. Pendidikan Sebagai Sistem – M. Afif Maulana
  4. Faktor-faktor pendidikan – M. Iqbal
  5. Memperkirakan tantangan guru di masa depan – Bagus Ansrullah
  6. Teori Pendidikan klasik – Achmad Dandy
  7. Peserta didik sebagai faktor pendidikan – Tomi Wibisono
  8. Tujuan sebagai faktor pendidikan – Wildan Khalid Khaidir
  9. Konsep Pendidikan seumur hidup – M. Hasan Basri
  10. Inovasi Pendidikan – Hamdan Yuwafi

BEASISWA S1

STKIP3.jpg

STKIP Al Hikmah Surabaya Kembali Mengadakan Seleksi Mahasiswa Baru dengan BEASISWA
Tahun Ajaran 2018/2019 (khusus putra)

📘 Program Studi (akreditasi B)
S1 Pendidikan Matematika
S1 Pendidikan Bahasa Inggris
S1 Pendidikan Fisika
S1 Pendidikan Bahasa Indonesia
S1 Pendidikan Guru SD

📝 Syarat-syarat Pendaftaran Seleksi

– Siswa Putra lulusan tahun 2018, 2017, atau 2016
-Berminat menjadi guru

📑 Berkas-berkas pendaftaran

-Formulir pendaftaran dapat diunduh (download) melalui hikmahuniversity.ac.id
-Fotocopy raport semester 1-5 (bagi lulusan 2018)
-Fotocopy ijasah (bagi lulusan 2017 dan 2016)
– Fotocopy KK
– Foto 3*4 warna sejumlah 2 lembar

-Berkas yang lengkap dapat dikirim melalui pmb@hikmahuniversity.ac.id atau lewat pos ke alamat
STKIP Al Hikmah
Jl.Kebonsari Elveka V
Surabaya 60233
Telp. +6231-8295825
Fax. +6231-8295817

Daftar online
Di https://goo.gl/forms/i88n35NajgEoIE7D3

Batas waktu pendaftaran:

1 Oktober 2017 – 30 April 2018

📢 Tahapan Seleksi

-Psikotes dan Tes Akademik (sesuai pilihan program studi) Tanggal 2 Mei 2018
-Wawancara
-Tes Kesehatan

CP:
Ady Dwi Achmad Prasetya

(082242897676)